Penatalaksanaan Pada Pasien dengan Penyakit Dislipidemia

Kelainan metabolisme lipid (lemak) dapat primer (genetik) maupun sekunder (didapat) yang ditandai dengan peningkatan (hiperlipidemia) atau penurunan kadar lipid dalam darah yang mempunyai peranan penting dalam pembentukan plak pembuluh darah (aterosklerosis). Kelainan kadar lemak dalam darah yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kenaikan kadar trigliserid serta penurunan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).

Gejala dan Tanda

Dislipidemia sendiri tidak menimbulkan gejala tetapi dapat mengarah ke penyakit jantung dan pembuluh, seperti penyakit jantung koroner dan penyakit pembuluh arteri perifer. Trigliserid tinggi dapat menyebabkan pankreatitis akut. Kadar LDL yang tinggi dapat menyebabkan xanthelasma kelopak mata, arcus corneae.

Tata Laksana

Penatalaksanaan dislipidemia mencakup non-medikamentosa (tanpa obat) dan medikamentosa (dengan obat-obatan). Penatalaksanaan yang paling penting adalah tanpa obat. Pasien melakukan perubahan gaya hidup dengan cara diet yang baik dengan komposisi makanan seimbang, latihan jasmani (aerobik), penurunan berat badan bagi yang gemuk (obesitas), menghentikan kebiasaan merokok dan minuman alkohol. Apabila dengan tatalaksana diatas gagal maka dapat diberikan tatalakasana dengan obat. Yang termasuk dalam obat penurun lipid adalah

· Golongan statin

* Simvastatin
* Lovastatin
* Pravastatin
* Fluvastatin
* Atorvastatin
* Rosuvastatin

· Golongan resin

* Kolestiramin
* Kolestipo

· Golongan asam nikotinat

* Lepas lambat
* Lepas cepat

· Golongan asam fibrat

* Bezafibrat
* Fenofibrat
* Gemfibrazil

· Penghambat absorbsi kolesterol

* Ezetimibe

Sebagai contoh bila setelah memeriksakan kadar lipid mendapat hiperkolesterolemia dapat diberikan statin atau resin maupun dikombinasi. Bila terdapat banyak peningkatan pada profil lipid dapat diberikan statin atau kombinasi statin dengan asam nikotinat. Apabila hanya triglisrida yang meningkat dapat diberikan golongan asam fibrat. Untuk memonitor profil lipid dapat dilakukan setiap 6 minggu sampai target yang diinginkan oleh dokter.

Faktor risiko

Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi nya kadar lipid;

* Genetik
* Obesitas
* Merokok
* Obat-obatan (kortikosteroid, retinoid, penghambat adrenegik beta dosis tinggi)
* Kurang olahraga

Pemeriksaan laboratorium

Dislipidemia dapat di diagnosis dengan memeriksa kadar serum lemak dalam darah. Pemeriksaan rutin yang dilakukan adalah kadar profil lipid yaitu koslesterol total, trigliserid, kolesterol LDL, kolesterol HDL. Sebelum pemeriksaan diharapkan pasien sudah melakukan puasa kurang lebih 10 jam sebelum pemeriksaan agar hasilnya tepat dan konsisten. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada semua pasien berusia ³ 20 tahun, setiap 5 tahun sekali.