Etiologi Penyakit Gonore

Etiologi Penyakit GonoreGonokok termasuk golongan diplokok, bersifat negatif-gram, berbentuk biji kopi. Gonokok tahan terhadap oksigen tetapi biasanya memerlukan 2 – 10% CO2 dalam pertumbuhannya di atmosfir. Organisme ini memerlukan suhu tertentu (35 – 37°C) dan pH optimal (7,2 – 7,6) untuk bisa tumbuh. Meskipun mudah rapuh, namun hanya membutuhkan persyaratan tubuh yang relatif sederhana.

Kellog melaporkan bahwa secara morfologik gonokok ini terdiri atas 4 tipe, yaitu tipe I dan II yang mempunyai pili yang bersifat virulen dan terdapat pada permukaannya, sedang tipe III dan IV tidak mempunyai pili dan bersifat nonvirulen. Pili akan melekat pada mukosa epitel dan akan menimbulkan reaksi radang. Hanya tipe I dan II yang patogen pada manusia.

Meskipun mayoritas strain gonore masih sensitif terhadap sejumlah antibiotika, sejak tahun 1970-an Neisseria gonorhoeae penghasil penisiinase (NGPP) telah dilaporkan di Afrika Barat, Filipina dan Thailand. Resistensi ini terjadi karena kemampuan plasmid untuk memproduksi a laktamase, yang memudahkan organisme untuk menahan aksi penisilin dalam berbagai dosis. Juga telah dilaporkan resistensi terhadap antibiotika lainnya, khususnya tetrasiklin. Meskipun mayoritas strain gonore masih sensitif terhadap sejumlah antibiotika, sejak tahun 1970-an NGPP telah dilaporkan di Afrika Barat, Filipina dan Thailand. Untuk semua tujuan praktis, penisilin tidak lagi digunakan sebagai terapi pilihan untuk gonore.