Manifestasi Klinis Penyakit Chancroid

Masa inkubasi antara 3 dan 7 hari, jarang kurang dari 3 hari atau lebih dari 10 hari. Tidak disertai gejala prodromal. Penyakit ini dimulai dengan papel lunak, sekelilingnya eritem. Tidak ditemukan vesikel pada setiap tingkat perjalanan penyakit. Setelah 24 – 48 jam papel menjadi pustuler, erosi dan ulserasi. Pinggir ulkus tidak teratur dan bergaung, dasar ulkus biasanya ditutupi jaringan nekrotik dan eksudat berwarna abu-abu kekuningan menutupi jaringan granulasi yang mudah berdarah. Berbeda dengan sifilis, ulkus chancroid biasanya lunak dan nyeri pada laki-laki tetapi sering tidak nyeri pada perempuan dan umumnya pada perempuan dengan ulkus tidak menyadari adanya infeksi. Ulkus seringkali mutipel. Ulkus soliter didapatkan pada setengah dari penderita laki-laki. Diameter bervariasi dari 1 mm – 2 cm. Lokalisasi yang sering pada laki-laki adalah preputium, lipatan balanopreputial, selain itu pada frenulum dan glans penis, sulkus, koronanius sening nampak udem pada preputium, meatus uretra, batang penis sementara anus jarang terkena. chancre yang berlokasi pada uretra dapat menyebabkan uretritis purulenta tetapi jarang. Pada perempuan biasanya berlokalisasi pada vulva terutama cammisura posterior, labiaminora dan vestibulum, labia majora, daerah uretra, jarang pada vagina, juga pemah dilaporkan lesi pada serviks, perineum dan anus. Lesi estragenital chancroid pernah dilaporkan pada dada, jari-jari, paha luka  lecet adalah penting dalam patogenesis dan distribusi lesi ekstragenital chancroid.

Bubo dalam hal ini adenitis inguinal yang nyeri, terjadi pada 50% pada penderita dan terjadi dalam beberapa hari sampai 2 minggu (rata-rata 1 minggu) setelah timbul lesi primer. Adenitis umumnya unilateral dan kulit diatasnya eritem. Pada suatu penelitian didapatkan 22 dari 32 penderita dengan bubo ukuran diameter kurang lebih 5 cm. Bubo dapat berfluktuasi dan ruptur spontan. Yang mengalir dari bubo biasanya keruh seperti susu. Pada perempuan jarang terjadi limfadenitis.

Selain tipe chancroid yang umumnya seperti diatas, sejumlah variasi klinis pernah dilaporkan:

  1. Cancroid raksasa yaitu lesi soliter yang meluas ke perifer dan nampak ulserasi yang luas.
  2. Ulkus serpiginous yang besar yaitu lesi-lesi yang bergabung dan melebar oleh karena autoinokulasi, terjadi infeksi campuran dan resistensi terhadap infeksi berkurang. Dapat mengenai daerah inguinal atau paha dan dinding abdomen.
  3. Chancroid phagadenic yaitu bentuk lain dari chancroid yang disebabkan oleh superinfeksi dengan fusospirochetosis. Dapat terjadi destruksi jaringan yang cepat dan dalam (ulkus molle gangrenosum).
  4. Transient chancroid, berupa ulkus kecil yang membaik secara spontan dalam beberapa hari keadaan ini dapat diikuti dengan limfadenjtis regional yang akut dalam 2-3 minggu kemudian.
  5. Folicular chancroid yaitu ulkus kecil yang multipel yang timbul disekitar folikel rambut, seringkali di daerah mons pubis. Dapat terlihat beberapa ulkus folikuler.
  6. Papular chancroid terdiri dari papel-papel ulserasi granulomatosa, dapat menyerupai donovanosis atau kondiloma lata(ulkus molle, elevatum).

Gejala-gejala sistematik ringan dapat menyertai chancroid tetapi jarang, walaupun H ducreyi tidak pernah terlihat sebagai penyebab infeksi sistematik. H. ducreyi juga belum pernah tercatat sebagai penyebab infeksi oportunistik atau menjadi lebih invasif pada penderita imunokompromais. Juga tidak pemah dilaporkan pada bayi yang lahir dan perempuan dengan chancroidaktif pada waktu melahirkan.