Diagnosis dan Pengobatan Meningitis Bakterialis Pada Anak

Meningitis Bakterialis Pada AnakDIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Untuk menentukan penyebabnya, dilakukan pemeriksaan pungsi lumbal. Sebuah jarum kecil dimasukkan diantara 2 tulang pada kolumna spinalis bagian bawah dan diambil contoh cairan serebrospinal. Cairan kemudian diperiksa dibawah mikroskop dan dibiakkan. Untuk membantu menentukan jenis infeksi, juga dilakukan pemeriksaan kadar gula, protein serta jumlah dan jenis sel darah putih di dalam cairan serebrospinal. Untuk memperkuat diagnosis, juga dilakukan pembiakan dan contoh darah, air kemih, lendir hidung dan tenggorokan serta nanah dan infeksi kulit.

KOMPLIKASI

Meningitis bakterialis (terutama yaig disebabkan oleh Neisseria meningitidis) bisa menyebabkan tekanan darah yang sangat rendah, sehingga penderita memerlukan cairan tambahan dan obat-obatan untuk mengatasi keadaan tersebut.

PENGOBATAN

Segera diberikan antibiotik intravena dan kortikosteroid intravena untuk menekan peradangan. Cairan diberikan untuk menggantikan kehilangan cairan karena demam, berkeringat, muntah dan nafsu makan yang buruk.

PROGNOSIS

Jika segera diberikan pengobatan maka jumlah penderita yang meninggal mencapai kurang dari 10%. Tetapi  jika diagnosis maupun pengobatannya tertunda, maka bisa terjadi kerusakan otak yang menetap atau kematian, terutama pada anak yang sangat kecil dan pada usia lanjut.

Sebagian besar penderita bisa sembuh sempurna tetapi beberapa penderita sering mengalami kejang. Gejala sisa lainnya adalah kelainan mental yang menetap serta kelumpuhan.

PENCEGAHAN

Suatu vaksin dapat membantu mencegah meningitis yang disebabkan Neisseria meningitidis. Vaksin ini terutama digunakan jika terjadi wabah, pada populasi yang terancam wabah dan pada orang-orang yang mengalami pernapasan bakteri yang berulang. Kepada anggota keluarga, petugas kesehatan dan orang lainnya yang berhubungan dengan penderita meningitis karena Neisseria rneningitidisi juga diberikan antibiotik (misalnya rifampin atau minosiklin). Anak-anak harus mendapatkan imunisasi rutin dengan vaksin Hemophilus influenzae tipe B, yang membantu mencegah terjadinya meningitis yang paling sering terjadi pada anak-anak.