Keracunan Zat Besi Pada Anak

Keracunan Zat Besi Pada Anak Sejumlah besar zat besi bisa menyebabkan diare, muntah, peningkatan jumlah sel darah putih dan kadar gula darah yang tinggi. Jika dalam waktu 6 jam pertama tidak timbul gejala dan kadar zat besi di dalam darah rendah, maka kemungkinan terjadinya keracunan.

Zat besi ditemukan pada:

  • Fero-sulfat (Feosol, Slow Fe)
  • Fero-glukonat (Fergon)
  • Fero-fumarat (Femiron, Feostat)
  • Suplemen mineral
  • Suplemen vitamin.

Gejala overdosis zat besi biasanya terjadi melalui beberapa tahap:

1. Stadium 1 (dalam waktu 6 jam)

  • Muntah
  • Rewel
  • Diare
  • Nyeri perut
  • Kejang
  • Mengantuk
  • Penurunan kesadaran
  • Perdarahan lambung (gastritis hemoragika) akibat iritasi saluran pencernaan.

Jika kadar zat besi di dalam darah tinggi, juga bisa terjadi:

  • Pernafasan dan denyut nadi cepat
  • Tekanan darah rendah
  • Peningkatan keasaman darah.

Tekanan darah yang sangat rendah atau penurunan kesadaran selama 6 jam pertama menunjukkan bahwa keadaannya sangat serius.

2. Stadium 2 (dalam waktu 10-14 jam), terjadi perbaikan semu yang berlangsung selama 24 jam.

3. Stadium 3 (antara 12-48 jam).

Bisa terjadi syok (tekanan darah sangat rendah), aliran darah ke jaringan berkurang dan kadar gula darah turun.

Kadar zat besi dalam darah mungkin normal, tetapi pemeriksaan menunjukkan kerusakan hati.

Gejala lainnya adalah:

  • Demam
  • Peningkatan jumlah sel darah putih
  • Kelainan perdarahan
  • Kelainan konduksi listrik di jantung
  • Disorientasi
  • Gelisah
  • Mengantuk
  • Kejang
  • Penurunan kesadaran.
  • Bisa terjadi kematian.

4. Stadium 4 (setelah 2-5 minggu) bisa terjadi komplikasi seperti penyumbatan usus, sirosis atau kerusakan otak.

Jika hasil pemeriksaan darah menunjukkan kadar zat besi yang rendah, dilakukan observasi selama 6 jam dan jika tidak timbul gejala, anak tidak perlu dirawat di rumah sakit. Jika kadar zat besi tiuggi atau timbul gejala, maka anak perlu dirawat.

Tindakan di rumah sakit biasanya dengan melakukan pengurasan lambung. Digunakan arang aktif, meskipun tidak banyak menyerap zat besi. Mungkin perlu dilakukan pencucian usus untuk membuang zat besi. Suntikan deferoksamin (yang akan mengikat zat besi di dalam darah) diberikan kepada anak yang memiliki kadar zat besi tinggi atau menunjukkan gejala.

Kekurangan zat besi akibat pengobatan dan perdarahan bisa menyebabkan anemia. Rontgen lambung atau usus bagian atas dilakukan 6 minggu atau Iebih setelah keracunan, untuk mengetahui adanya penyempitan organ akibat iritasi lapisan saluran pencernaan. Prognosis biasanya baik, hanya sekitar 1% yang meninggal. Resiko kematian pada anak yang mengalami syok dan kesadarannya menurun adalah sebesar 10%. Kematian bisa terjadi bahkan dalam waktu 1 minggu setelah keracunan, tetapi jika dalam waktu 48 jam gejala-gejalanya telah hilang, maka akan terjadi pemulihan sempurna.